Cara Memahami Analisa Pekerjaan dalam Menyusun RAB

Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) suatu kegiatan mutlak harus dilakukan. Entah kegiatan fisik maupun non fisik. Dalam menyusun setiap RAB pastikan menggunakan analisa pekerjaan yang benar dan sesuai yang dipersyaratkan.

Misalnya analisa pekerjaan mengacu ke Peraturan Bupati atau Walikota tentang Standar Harga Barang Daerah (SBD). Tiap Kabupaten/Kota menetapkan Perbub SBD dan diperbaharui setiap tahun.

Perbub SBD biasanya sudah ditetapkan enam bulan menjelang tahun anggaran baru. Atau sekitar bulan Juli tahun anggaran berjalan.

Sebelum menyusun RAB anda harus memiliki perbup/walikota tentang SBD terbaru. Walaupun sebenarnya analisa pekerjaan itu bisa saja menggunakan SNI atau yang lainnya.

Pada tulisan ini saya cenderung membahasnya sesuai Perbup/walkot. Dan saya menggunakan Analisa Harga Satuan sesuai yang ada di Kabupaten Majalengka, sesuai domisili saya. Jadi mungkin ada sedikit perbedaan dengan daerah lain.

Pada Perbup/walkot SBD ditentukan standar harga barang maupun jasa. Jadi dalam munyusun RAB kita tinggal menentukan harga sesuai perbup tersebut. Selain itu juga memuat analisa pekerjaan konstruksi/fisik (kebinamargaan). Atu lebih dikenal dengan sebutan Analisa Harga Satuan (AHS) Pekerjaan.

Kedua hal tersebut SBD dan AHS yang akan dijelaskan pada bagian berikut :

SBD merupakan standar acuan dalam menentukan harga belanja barang (bahan/material), alat dan belanja upah dalam suatu pekerjaan.

Sedangkan AHS adalah acuan harga satuan pekerjaan yang didasarkan kepada perhitungan koefisien kebutuhan bahan/material, alat dan upah dengan memperhitungkan harga masing-masing bahan alat dan upah untuk menentukan harga persatuan pekerjaan dalam satuan tertentu misalnya m3 (meter kubik), m2 (meter persegi), m1/m (meter lari/ mengukur satuan panjang saja).

Sebagai contoh perhatikan analisa pekerjaan pada tabel di bawah.

Dari tabel tersebut kita bisa mempelajari dan menarik beberapa kesimpulan.

Kode Analisa C003 adalah untuk pekerjaan memasang 1m3 pondasi batu belah menggunakan aduk/spesi 1 semen dengan 5 pasir.

Pada kolom uraian, bahan material dan tenaga kerja yang dibutuhkan tiap meter kubih pekerjaan telah ditentukan dengan perhitungan pada kolom koefisien. Seperti ditunjukan di atas contoh kebutuhan batu belah tiap m3 adalah 1,2 m3, semen potland 1,36 zak dan seterusnya.

Dengan menentukan harga satuan bahan material maupun tenaga kerja pada kolom harga satuan dapat diperoleh jumlah harga bahan material dan tenaga kerja.

Pada akhirnya dengan memperhitungkan jumlah harga bahan material dan tenaga kerja secara keseluruhan didapat harga satuan pekerjaan per m3 pasangan batu 1 : 5 sebesar Rp. 489.410,-

Apa sih sebenarnya kegunaan analisa satuan pekerjaan ini ?

Mengetahui cara menentukan analisa satuan pekerjaan jelas sangat membantu dalam penyusunan RAB. Anda dapat menetukan kebutuhan bahan material, alat dan tenaga kerja dengan tepat. Bahkan bisa melakukan perhitungan RAB cepat jika diperlukan.

Sebagai ilustrasi jika ditanya berapa kebutuhan biya unyuk membangun senderan dengan pasangan batu dengan volume 100 m3. Pasti akan dapat dijawab dengan cepat degan mengalikan 100 dengan Rp. 489.410,- yaitu sebesar Rp. 4.894.100,-

Bahkan jika harus menghitung secara detail kebutuhan masing-masing bahan material, alat maupun tenaga kerja akan dengan mudah dilakukan.

Mungkin ada pertanyaan dibenak anda apakah tenaga kerja seperti pekerja/laden, tukang, kepala tukang dan mandor selalu satu paket dalam setiap pekerjaan ?

Perhitungan analisa harga satuan didasarkan kepada perencanaan yang ideal, mendekati kebutuhan nyata ril berdasarkan pengalaman.

Penggunaan tenaga kerja pada suatu pekerjaan misalnya pada pekerjaan pasangan batu di atas, tidak harus semua pekerja dicantumkan dalam RAB.

Saya ilustrasikan misalnya akan dibangun 3 m kubik saja pasangan batu. Pada analisa C003 kebutuhan pekerja per m3 adalah 2,235 oh. Jadi untuk mengerjakan 3 m3 tinggal mengalikannya. Hasilnya yaitu 6,705 dibulatkan menjadi 7,00 oh.

Tujuh orang hari kerja tersebut terdiri dari pekerja, tukang, kepala tukang dan mandor. Dalam hal ini cukup memperkerjakan pekerja dan tukang saja. Dua orang pekerja dan satu orang tukang. Sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam dua hari. kalaupun tidak bisa diselesaikan dengan tepat dua hari masih cukup anggaran upah untuk lembur beberapa jam sampai pekerjaan rampung.

Pertimbangkan untuk memasukan kepala tukang dan mandor hanya untuk pekerjaan yang besar. Melibatkan banyak tukang dari satu macam keahlian maupun berbagai macam keahlian. Atau melibatkan jumlah tenaga kerja yang banyak.

Sampai disini mudah-mudahan dapat menambah pemahaman seputar analisa pekerjaan dalam menyusun RAB.

Sumber : format lengkap adminsitrasi desa
Previous Post Next Post