Contoh Penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Hotmix Jalan Desa

ITDESA.COM - Artikel tentang Contoh Penghitungan RAB Hotmix ini disadur dari Format Lengkap Admnistrasi Desa dengan judul CONTOH RAB HOTMIX (Lapis Permukaan Aspal Beton (AC) LASTON).  Program Dana Desa memungkinkan desa untuk menganggarkan pembangunan atau peningkatan kualitas jalan desa dengan hotmix.

Hotmix jalan dilakukan pada jalan yang frekwensi lalulintasnya cukup padat dan dilalui kendaraan yang lumayan berat.

Untuk memberikan gambaran bagi desa Anda yang telah mengganggarkan rencana Pembangunan hotmix dapat mempelajari tulisan ini untuk mempersiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya. Anda dapat berdiskusi dan meminta bantuan tim Pendamping Desa, terutama PDTI yang bertugas di desa Anda.

Langkah Penghitungan Rencana Anggaran Biaya atau RAB


Perhitungan RAB Hotmix ini dihitung dengan anggapan bahwa sudah dilakukan lapis penetrasi/ jalan sudah di aspal. Jadi hanya menghitung pekerjaan hotmix saja.

Sebgai contoh kita akan mengerjakan hotmix jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 2,5 meter. Luas perkukaan pekerjaan hotmix yangkan dikerjakan sama dengan 1.500 m2.

#1.Mengidentifikasi jenis/spesipikasi pekerjaan


Sebelum membuat RAB sudah barang tentu kita harus memperhitungkan jenis dan spesifikasi pekerjaan. Pada pekerjaan hotmix ada beberapa item pekerjaan yang harus dihitung dalam RAB yaitu:

  1. Mobilisasi dan demobilisasi alat berat.

  2. Hampar hotmix

  3. Pemadatan dan finishing


Tiga item pekerjaan di atas yang akan kita hitung sebagai kesatuan dalam RAB pekerjaan lapis permukaan aspal beton/hotmix.

#2.Menghitung analisa pekerjaan.


Menghitung analisa pekerjaan, dalam hal ini kebutuhan bahan, upah dan alat.

Pertama kita analisa kebutuhan bahan. Bahan yang diperlukan terdiri dari :
1.Aspal Beton/Laston
2.Aspal Bitument
3.Minyak bakar

Langsung kita analisa kebutuhannya berdasarkan kode/klasifikasi K-641.
a. Menghitung kebutuhan aspal beton/laston.

Cara menghitungnya = Luas jalan yang akan dihotmix x tebal x berat jenis aspal (bulk density)
Maka kalau kita hitung hasilnya adalah 1500 x 0,05 x 2,3 = 172,50 ton.
Jumlah tersebut untuk mengerjakan hotmix tebal 5 cm.
Berat jenis aspal dihitung berdasarkan uji laboratorium bahwa berat agregat aspal hotmik kisaran 2,3 ton per m3.
Sebenarnya dengan perhitungan di atas kita sudah bisa menentukan koefisien kebutuhan aspal beton per meter persegi.

Caranya dengan membagi total

kebutuhan aspal beton dengan jumlah luas jalan (172,50 : 1.500 m2 = 0,115).
Analisa aspal beton/ laston = 0,115 untuk satu meter persegi.
b. Menghitung kebutuhan aspal bitumen.

Caranya tinggal menghitung luas jalan dikali dengan koefisien kebutuhan aspal bitumen yaitu 0,400 kg per m2. Sehingga kebutuhannya yaitu 600 kg hasil perkalian 1500 luas jalan dikali 0,400.
Dipasran biasanya aspal dijual per drum dengan berat standar /drum bersegel  155 kg.
Jadi kebutuhan aspal 600 kg sama dengan 4 drum.
c. Menghitung kebutuhan minyak bakar.

Kebutuhan minyak bakar per meter persegi pekerjaan hotmix sebesar sepersepuluh liter.
Atau angka koefisiennya sama dengan 0,100 liter per meter persegi.
Jadi kebutuhannya sama dengan 1.500 dikali 0,100 liter sama dengan 150 liter minyak bakar.
d. Menghitung  kebutuhan Pekerja

Pekerja terdiri dari mandor, operator terlatih, pekerja dan tukang.

Untuk masing-masing jenis pekerja analisa untuk menghitung volume hari orang kerja (HOK) permeter persegi berturut-turut yaitu  0,001 mandor, 0,007 operator terlatih, 0,017 pekerja dan 0,011 tukang.

1.Mandor 0,001 x 1.500 = 1,5 hari
2.Operator terlatih; 0,007 x 1.500 = 10,50 hari
3.Pekerja ; 0,017 x 1.500 = 25,50 hari
4.Tukang ; 0,011 x 1500 = 16,50 hari
Pada prakteknya jumlah tersebut dapat dibulatkan. Namun pada perhitungan RAB ini saya mebiarkanya dalam desimal.
f. Menghitung kebutuhan alat

Kebutuhan alat hampir semuanya sewa. Terutama alat-alat berat.
Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat-alat berat menjadi komponen RAB yang akan dihitung.
Alat berat yang biasa digunakan pada pekerjaan hotmix terdiri dari.
1.Mesin Gilas Tandem  6 - 10 T
2.Mesin Gilas Roda Karet 6 - 15 T
3.Penyemprot Aspal 350 Lt
4.Mesin Penghampar 30 HP
Langsung ke analisa kebutuhan alat berat permeter persegi pekerjaan.
Mesin Gilas Tandem  6 - 10 T (0,007), Mesin Gilas Roda Karet 6 - 15 T (0,007),
Penyemprot Aspal 350 Lt (0,004),  Mesin Penghampar 30 HP (0,007).
h. Perhitungan jumlah hari sewa alat
Perhitungan jumlah hari sewa alat  dapat dihitung sebagai berikut.

1.Mesin Gilas Tandem  6 - 10 T ; 1.500 dikali 0,007 sama dengan 10,50 hari
2.Mesin Gilas Roda Karet 6 - 15 T; 1.500 dikali 0,007 sama dengan 10,50 hari
3.Penyemprot Aspal 350 Lt ; 1.500 dikali 0,004 sama dengan 6 hari
4.Mesin Penghampar 30 HP ; 1.500 dikali 0,007 sama dengan 10,50 hari.
i. Menentukan harga kebutuhan bahan upah dan alat

Setiap kebutuhan harga, baik harga bahan, upah maupun alat harus ditentukan berdasarkan survey harga dilapangan, serta mengacu standar barang daerah.

Setelah diketahui harga yang pasti tinggal memasukan kedalam format RAB.  Contoh jadi RAB pekerjaan hotmix jalan /lapis aspal beton/laston selengkapnya seperti tabel di bawah. Hanya saja kolom harga jangan dijadikan patokan. Harga yang kami cantumkan hanya untuk contoh.

Sebagai acuan silahkan mengacu ke Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) sesuai perbup SBD masing-masing daerah. Sekedar perbandingan contoh SBD tahun 2019 untuk Kabupaten majalengka silahkan lihat dan download.

Berikut contoh hasil akhir RAB nya seperti dalam tabel atau gambar berikut ini :


Demikian secara singkat tulisan tentang Contoh Penghitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Hotmix Jalan Desa*** ITDESA, dari berbagai sumber
Previous Post Next Post