Bursa Pertukaran Inovasi (Persiapan, Pelaksanaan, Komitmen Replikasi)

DESAJUARA.COM,- Bursa Pertukaran Inovasi atau sebelumnya dikenal dengan Bursa Inovasi Desa, merupakan bagian penting pelaksanaan PID, yakni sebagai ruang untuk pertukaran pengetahuan kegiatan-kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dinilai inovatif, sehingga Desa mendapatkan referensi bagi kegiatan pembangunan yang menggunakan dana desa.

Pengertian Bursa Pertukaran Inovasi


Bursa Pertukaran Inovasi atau dikenal sebagai Bursa Inovasi Desa merupakan media pertukaran pengetahuan terkait kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dinilai inovatif. Bursa Pertukaran Inovasi bukan pameran barang atau bazaar produk-produk hasil Desa.

Persiapan pelaksanaan Bursa Pertukaran Inovasi


1. Capturing

PID menyediakan Dana Bantuan Pemerintah sebagai Dana Operasional Kegiatan (DOK) untuk kegiatan capturing. Capturing merupakan kegiatan mendokumentasikan Inovasi Desaku (IDE) yang diinformasikan oleh sejumlah desa dalam BID tahun sebelumnya melalui Kartu IDE.

Hasil capturing akan menjadi menu inovasi dalam Bursa Pertukaran Inovasi tahun berjalan, baik menu lokal ataupun menu nasional.

  1. TIK-Pokja PPID bersama TPID menyiapkan dan mengelompokkan IDE dari Kartu IDE hasil Bursa tahun sebelumnya untuk diidentifikasi muatan inovasinya;

  2. Hasil identifikasi diserahkan kepada TPID untuk di-capture dengan memastikan bahwa inovasi yang telah disampaikan adalah kegiatan yang telah dilakukan oleh desa dan terbukti berhasil, bukan usulan atau gagasan baru;

  3. Capturing dilakukan terhadap IDE yang lolos identifikasi dan disetujui untuk di-capture oleh masyarakat melalui forum musyawarah;

  4. PLD membantu mengumpulkan tambahan poin-poin informasi IDE hasil “identifikasi” TIK dengan menggunakan format/ template dokumen pembelajaran yang telah disediakan;

  5. Capturing diutamakan dalam bentuk tertulis sesuai format/template dokumen pembelajaran yang telah disediakan. Capturing dalam bentuk video dapat dilakukan terhadap dokumen-dokumen pembelajaran yang dengan muatan inovasi yang kuat dan berskala Nasional;

  6. Capturing dikelola oleh TPID dan dapat melibatkan pihak ketiga (P2KTD) jika benar-benar diperlukan karena tidak dapat disediakan oleh sumber daya internal Desa;

  7. Panduan pelaksanaan capturing diterbitkan tersendiri oleh Unit Kerja Eselon II Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa (Direktorat PMD), pada Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) yang merupakan turunan langsung dari PTO PID Tahun 2019.


2.  Dukungan P2KTD

PID menyediakan Dana Bantuan Pemerintah sebagai Dana Operasional Kegiatan (DOK) untuk kegiatan peningkatan kapasitas teknis bagi desa- desa yang membutuhkan layanan jasa P2KTD secara profesional, baik dalam rangka replikasi atau adopsi kegiatan-kegatan inovatif, maupun dalam perencanaan dan pelaksanan pembangunan reguler desa.

  1. TIK-Pokja P2KTD memastikan ketersediaan Direktori P2KTD hasil identifikasi untuk wilayahnya dan memverifikasi direktori tersebut;

  2. TPID mengidentifikasi kebutuhan layanan P2KTD dari setiap desa melalui “Kartu Kebutuhan P2KTD”, dilanjutkan dengan membuat Daftar Prioritas Kegiatan yang membutuhkan P2KTD dan diputuskan untuk didanai melalui forum musyawarah;

  3. TPID menyiapkan RAB untuk pelaksanaan dukungan P2KTD, mengajukan usulan daftar prioritas kegiatan kebutuhan P2KTD beserta kebutuhan dananya kepada TIK-Pokja P2KTD, hingga memastikan terlaksananya kegiatan peningkatan kapasitas desa oleh P2KTD profesional termasuk pembuatan kontrak kerja dengan P2KTD;

  4. Panduan pelaksanaan dukungan P2KTD, akan diterbitkan tersendiri oleh Unit Kerja Eselon II Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa (Direktorat PMD), pada Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) yang merupakan turunan langsung dari PTO PID Tahun 2019.


3. Komitmen Replikasi Hasil Bursa Tahun Sebelumnya

PID melalui BID tahun sebelumnya menjaring komitmen desa-desa untuk mereplikasi dan/atau mengadopsi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai inovatif, sesuai dengan prioritas pembangunan dan kebutuhan desa.
Bursa Pertukaran Inovasi atau dikenal sebagai Bursa Inovasi Desa merupakan media pertukaran pengetahuan terkait kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dinilai inovatif. Bursa Pertukaran Inovasi bukan pameran barang atau bazaar produk-produk hasil Desa.

Pada tahun anggaran berjalan, realisasi replikasi berasal dari komitmen yang dibuat dalam BID tahun sebelumnya, dimana komitmen tersebut harus masuk dalam RKPDesa tahun berjalan dan dananya dialokasikan dalam APBDesa tahun berjalan.

  1. TIK-Pokja PPID menyiapkan dan mengelompokkan Komitmen Replikasi oleh desa-desa di wilayahnya dari Kartu Komitmen hasil Bursa tahun sebelumnya, per Kecamatan dan per bidang kegiatan;

  2. TPID bersama PD/PLD mengidentifikasi Komitmen Replikasi (dari TIK-Pokja PPID) yang sudah masuk RKPDesa tahun berjalan, dan yang masuk APBDesa tahun berjalan;

  3. TPID memfasilitasi komunikasi antara desa yang akan mereplikasi dan desa yang memiliki inovasi untuk memperoleh informasi lebih detil dan jelas;

  4. TPID bersama PD/PLD memantau dan mengevaluasi pelaksaaan replikasi oleh Desa.


Pelaksanaan Bursa Pertukaran Inovasi Bursa


Pertukaran Inovasi atau dikenal sebagai Bursa Inovasi Desa merupakan media pertukaran pengetahuan terkait kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dinilai inovatif. Bursa Pertukaran Inovasi bukan pameran barang atau bazaar produk-produk hasil Desa.

  • Bursa Pertukaran Inovasi dilaksanakan di kecamatan atau pengklasteran dan dikelola oleh TPID dengan dukungan TIK;

  • Bursa Pertukaran Inovasi dapat diawali dengan Peluncuran Bursa Pertukaran Inovasi di Kabupaten/Kota yang dikelola oleh TIK secara mandiri dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota;

  • Panduan pelaksanaan Bursa Pertukaran Inovasi, akan diterbitkan tersendiri oleh Unit Kerja Eselon II Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa (Direktorat PMD), pada Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) yang merupakan turunan langsung dari PTO PID Tahun 2019.


Mengawal Komitmen Replikasi dari Bursa


Bursa Pertukaran Inovasi diharapkan semakin banyak komitmen desa untuk mereplikasi dan/atau mengadopsi kegiatan-kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, yang terjaring melalui “Kartu Komitmen”.

Tindak lanjut paska-Bursa Pertukaran Inovasi diarahkan agar komitmen tersebut masuk kedalam RKPDesa tahun anggaran berikutnya hingga memastikan pengalokasian pembiayaan pada APBDesa tahun anggaran berikutnya.

  1. TIK-Pokja PPID menyiapkan dan mengelompokkan Komitmen Replikasi oleh desa-desa di wilayahnya dari Kartu Komitmen hasil Bursa, per kecamatan dan per bidang kegiatan;

  2. TPID bersama PD/PLD mengidentifikasi Komitmen Replikasi (dari TIK- Pokja PPID) yang sudah masuk RKPDesa tahun berikutnya dan yang masuk APBDesa tahun selanjutnya.


Musyawarah Antar Desa II


Musyawarah Antar Desa (MAD) II diselenggarakan di kecamatan, untuk penyampaian laporan pertanggungjawaban pengelolaan Dana Bantuan Pemerintah PID, Laporan pertanggungjawaban TPID tersebut, selanjutnya disampaikan kepada TIK yang ditembuskan kepada Satker P3MD Provinsi.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian, Tahap Persiapan, Pelaksanaan hingga mengawal Komitmen Bursa Pertukaran Inovasi Desa tahun 2019 ini. Semoga bermanfaat... salam Desa Juara !
Previous Post Next Post