Waduk Jatiluhur akan Dijadikan Destinasi Wisata Juara

Desajuara.com, Purwakarta,- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufiq mengatakan, potensi Waduk Jatiluhur cukup banyak di sektor pariwisata. Beberapa tahun yang lalu, kata Dedi, Waduk Jatiluhur telah dirancang untuk wisata olahraga, seperti Ski Air. 

Melihat potensi Waduk Jatiluhur di sektor pariwisata yang diperuntukkan bagi wisata olahraga, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan untuk mengubah wajah waduk yang ada di Kabupaten Purwakarta ini menjadi tujuan destinasi wisata juara.

"Nah sekarang kita akan bermanfaatkan wisata air yang ada di sana selain wisata olahraga," ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (14/6/2019). 
Dengan kata lain, Waduk Jatiluhur ini bisa dikatakan serba guna. Karena, selain berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan kebutuhan air irigasi, lokasi ini pun menjadi objek wisata favorit. Salah satu yang memberdakan waduk ini dengan lokasi wisata lain, mungkin keindahan alamnya yang masih cukup asri.

Menurutnya, dengan kontur alam yang berbukit di kawasan tersebut, dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi wisata selain wisata udara. Misalnya saja, dengan mengumumkan tempat untuk olah raga paralayang. 

"Kemudian juga nanti ada rumah makan terapung, ini juga yang ada perubahan menurut saya," katanya.

Selain itu, pihaknya pun akan mengembangkan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jatiluhur seperti Situ Cipule yang saat ini kerap digunakan sebagai tempat olahraga dayung. 

"Nah kita akan kembangkan untuk sampai di sana muara gembong ya, rencananya akan kita bangunkan tahun depan," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan Detail Engineering Design (DED) baik itu untuk Muara Gembong dan di Jatiluhur. Di mana tinggal memadukan konsep Wisata dengan yang ada di Perum Jasa Tirta (PJT) II

"Kita serasikan mana yang akan kita kembangkan. Salah satunya dalam waktu dekat akan ada dayung sama festival jazz di Jatiluhur. Kami kemarin juga sudah ngobrol-ngobrol dengan Dirut Perum Jasa Tirta II di mana ada yang baru kita angkat budaya budaya di sana, "jelasnya. 

Investor disinggung, diungkapkan, dapat disampaikan dengan cara kolaborasi. Bisa saja melalui Pemerintah Daerah (Pemda) lokal dan ditolak dari PJT II. 

"Yang paling penting ada action plan, yang pertama kita inventarisir dulu aset-aset yang dimiliki Jatiluhur yang nanti bisa dikerjasamakan," pungkasnya.

Mengenal Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur adalah sebuah waduk yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (±9 km dari pusat Kota Purwakarta). Waduk yang dinamakan oleh pemerintah Waduk Ir. H. Juanda ini merupakan waduk terbesar di Indonesia. Bendungan Waduk Jatiluhur mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Prancis Compagnie française d'entreprise, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 miliar m3 / tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Waduk Jatiluhur dapat dikunjungi melalui Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi), keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.

Waduk Jatiluhur dibangun dengan membendung Sungai Citarum dengan luas daerah aliran sungai seluas 4.500 km2. Bendungan ini dibangun mulai tahun 1957 dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 26 Agustus 1967. Pembangunan bendungan Waduk Jatiluhur menelan dana US$ 230 juta. Nama bendungan waduk dinamakan Ir. H. Juanda karena untuk mengenang jasanya dalam memperjuangkan pembiayaan pembangunan Bendungan Jatiluhur. Ia yang merupakan Perdana Menteri RI terakhir dan memimpin kabinet Karya (1957 – 1959) bersama-sama dengan Ir. Sedijatmo dengan gigih memperjuangkan terwujudnya proyek Jatiluhur di Pemerintah Indonesia dan forum internasional. Genangan yang terjadi akibat pembangunan Bendungan Waduk Jatiluhur menenggelamkan 14 Desa dengan penduduk berjumlah 5.002 orang. Penduduk tersebut kemudian sebagian dipindahkan ke daerah sekitar bendungan dan sebagian lainnya pindah ke Kabupaten Karawang. Sebagian besar penduduk waktu itu bekerja sebagai petani.

Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola oleh Perum Jasa Tirta II. Selain dari itu Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II.

Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang dengan water slide, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating dan lainnya.

Di perairan Danau Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau dalam keheningan malam kita dapat memancing penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar. Dikawasan ini pula kita dapat melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh PT. Indosat Tbk. (±7 km dari pusat Kota Purwakarta), sebagai alat komunikasi internasional. Jenis layanan yang disediakan antara lain international toll free service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), international direct dan lainnya.

Siapa sangka, danau buatan yang bisa dikatakan serba guna ini, ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi yang 'doyan' berwisata. Tak heran, di musim liburan seperti sekarang ini ribuan pelacong dari berbagai daerah kerap berbondong-bondong untuk mengunjungi lokasi tersebut.

Meskipun di wilayah ini banyak terdapat tempat wisata yang tak kalah menarik, kawasan Waduk Jatiluhur tetap masih menjadi primadona sebagai tujuan berwisata ria.

Dengan kata lain, Waduk Jatiluhur ini bisa dikatakan serba guna. Karena, selain berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan kebutuhan air irigasi, lokasi ini pun menjadi objek wisata favorit. Salah satu yang memberdakan waduk ini dengan lokasi wisata lain, mungkin keindahan alamnya yang masih cukup asri.

Air danau yang berkilau akibat pantulan sinar matahari, menjadikan lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri. Keindahannya pun bertambah, seiring banyaknya pepohonan hijau yang menghiasi bibir waduk tersebut.

Mungkin, eksotika alam Jatiluhur ini sangat luar bisa. Bahkan bisa dibilang tak ada bandingannya. Apalagi, lokasi waduk ini dikelilingi pegunungan bebatuan yang sangat indah. Sehingga, menjadikan lokasi ini lebih terlihat menarik.

Para pelancong yang datang ke tempat tersebut, tak hanya akan disuguhi pemandangan alam nan eksotis. Mereka, juga bisa merasakan adrenalinnya terpacu ketika menaiki perahu tradisional maupun spedd boat yang bisa disewa untuk kepentingan rekreasi.

Tak hanya itu, di lokasi ini pun tersedia wahana rekreasi air yang cukup menyenangkan untuk keluarga. Yakni, Jatiluhur Water World (JWW). Wahana air ini, lokasinya berada di kawasan wisata Grama Tirta Waduk Jatiluhur, yang letaknya persis beberapa meter dari bibir waduk.

‎Banyak variasi yang ditawarkan ke masyarakat di lokasi wisata Jatiluhur ini. Selain wisata air di kawasan JWW, di lokasi ini pun tersedia wisata edukasi serta Kuliner. Untuk wisata edukasi, setiap pengunjung bisa melihat-lihat belajar mengenai bendungan dan turbin sebagai pembangkit listrik.

Selain itu, pengunjung juga bisa berkeliling waduk dengan menggunakan perahu tradisional. Bagi pecinta olahraga, wisatawan bisa berkeliling waduk dengan spedd boat. Kemudian, bisa juga menikmati makan khas Waduk Jatiluhur. Salah satunya, yang berbahan dasar ikan patin.

Ada lokasi yang lebih menarik lagi di lokasi wisata ini. ‎Yakni, sebuah tempat terbaik untuk melihat sunset. Tempat yang diberi nama Lake View Istora Air Jatiluhur ini persis berada di sekitar bendungan utama.

Lokasi ini, lebih cocok untuk mereka pecinta swafoto. Mengingat, lokasi ini langsung menghadap ke arah barat danau. Sehingga, menjelang sore pengunjung bisa melihat pemandangan sunset yang sangat indah di danau tersebut‎.

Selain lokasi spot untuk berfoto, di lokasi ini juga terdapat sebuah cafe yang menyerupai geladak kapal laut. Pengunjung pun bisa menikmati sejumlah makanan ringan sembari menikmati keindahan alam di Jatiluhur.

Bahkan, Landscape Gunung Parang dan Gunung Bongkok yang terhampar di depan mata menjadi pemandangan tersendiri ketika kita berada di cafe tersebut.

Selain itu, bagi pengunjung dari luar kota yang ingin bermalam, pengelola Waduk Jatiluhur juga menyediakan penginapan dan bungalow di beberapa titik di lokasi tersebut. Sebut saja salah satunya, di kawasan Istora Jatiluhur.

General Manager Pariwisata Jatiluhur, Dadang Hidayat menuturkan, di musim libur lebaran kali ini pengunjung ke kawasan Jatiluhur cukup membludak. Di H+2 lebaran kemarin saja, jumlah pengunjungnya mencapai 6.500 orang.

"Ada peningkatan pengunjung. Peningkatannya, 2 kali lipat dari biasanya. Para pengunjung ini tersebar. Kebanyakan berwisata ke JWW dan kawasan Istora. Tapi ada juga yang berwisata kuliner di warung-warung yang terdapat di sekitar danau," ujarnya singkat.

Tertarik datang ke sini? Wisatawan tak perlu khawatir tersesat. Karena, lokasi wisata ini letaknya sangat strategis. Yakni, tak jauh dari gerbang tol Ciganea (Jatiluhur). Dari pusat kota Purwakarta saja, jaraknya kurang lebih hanya enam kilometer.

Perjalan untuk menuju kawasan rekreasi ini, sangatlah menyenangkan. Karena, wisatawan dapat merasakan sejuknya alam yang asri, dimana di kanan dan kiri jalan menjulang pohon-pohon yang tinggi. Apalagi, suasan asri ini dipercantik lagi dengan jalan yang menanjak dan berkelok-kelok.

Setibanya di pintu gerbang, ada sejumlah petugas keamanan dan petugas retribusi yang siap menyapa pengunjung. Setelah bertransaksi, suasana asri nan sejuk masih terasa sampai peloksok pedalaman kawanan wisata Grama Tirta. Di kawasan ini, pengunjung bisa dengan bebas mendatangi lokasi wisata yang sesuai dengan tujuannya.

Mudah-mudahan dengan direncanakannya pengembangan fungsi Waduk Jatiluhur sebagai lokasi wisata olahraga, akan semakin meningkatkan fungsi dan manfaatnya.
Previous Post Next Post