19 Peluang Usaha Ternak yang Layak Dicoba

Semenjak mewabahnya pandemi Covid-19, banyak orang yang memiliki banyak waktu luang di rumah. Daripada waktu tersebut terbuang sia-sia, alangkah lebih baik jika Anda memanfaatkannya untuk usaha ternak hewan. Berikut peluang usaha ternak yang mudah dikelola dan menguntungkan.

18 Peluang Usaha Ternak yang Layak Anda Coba

1. Ternak Ayam Petelur

Peluang usaha ternak pertama yang layak untuk dicoba adalah ternak ayam petelur. Melihat kebutuhan pasar akan telur sangat tinggi, ternak ayam petelur menjadi salah satu bisnis dengan prospek yang menguntungkan dalam jangka waktu panjang.

Untuk memulai usaha ini, terlebih dahulu Anda harus memahami pengetahuan tentang ayam petelur. Sebab pemeliharaan unggas yang satu ini dapat dikatakan gampang-gampang susah.

Banyak hal yang harus diperhatikan ketika beternak ayam petelur seperti menjaga kebersihan kandang, pemberian makan harus tepat waktu, kandang harus jauh dari pemukiman warga. Hal tersebut penting diperhatikan karena akan mempengaruhi produktivitas ayam dalam bertelur.

Jika Anda tertarik dengan peluang usaha ternak ini, modal yang harus disiapkan untuk beternak 300 ayam petelur kira-kira Rp 15 juta – Rp18 juta. Biasanya ayam akan menghasilkan telur setelah bulan ke-4 dan keuntungan per bulannya bisa mencapai Rp8 juta bahkan lebih.

2. Ternak Ayam Kampung

Dinamai ayam kampung karena unggas ini banyak diternakkan oleh masyarakat daerah perkampungan. Ayam kampung merupakan peluang usaha ternak yang memiliki prospek sangat bagus.

Alasannya adalah cara pemeliharaan ayam kampung sangat mudah dan pakan yang diperlukan tidak ribet. Bahkan ayam kampung dapat dipelihara dengan sistem umbaran atau dibiarkan begitu saja untuk mencari makan sendiri.

Biasanya para pemilik akan memberi makan ayam saat pagi dan sore hari sebelum masuk kandang. Namun apabila ingin memperoleh keuntungan lebih besar sebaiknya jangan gunakan sistem umbaran, peliharalah ayam dengan baik seperti peternakan unggas pada umumnya.

Mungkin Anda bisa membuat kandang ayam sederhana menggunakan bambu, tidak perlu terlalu luas 5×5 meter saja sudah cukup. Kemudian jangan lupa buat tempat untuk berteduh ayam dan tempat khusus untuk bertelur dan mengerami bagi ayam betina.


3. Ternak Ayam Potong

Peluang usaha ternak selanjutnya masih seputar unggas yaitu ayam potong. Permintaan daging ayam di pasar juga tidak kalah tinggi dengan telur. Dengan demikian, ternak ayam potong memiliki prospek usaha yang cerah dan berjangka panjang.

Ternak ayam potong hampir sama dengan ternak ayam petelur, Anda harus benar-benar paham terlebih dahulu tentang ayam pedaging dan cara pemeliharaannya. Sebab jika cara memeliharanya asal-asalan, ayam akan mudah sakit dan malah merugikan Anda sendiri.

Agar usaha kedepannya dapat sukses, Anda bisa mengikuti program pelatihan ternak ayam atau konsultasi pada orang yang berpengalaman. Atau alternatif lain yakni bekerja sama dengan orang yang sudah paham tata cara beternak dan menggunakan sistem bagi hasil untuk keuntungannya.


4. Ternak Ayam Arab

Membuka usaha ayam arab saat ini mulai menjadi tren di kalangan peternak ayam. Tetapi rupanya masih belum banyak informasi yang tersedia mengenai budidaya ayam arab tersebut. Oleh karena itu tak heran jika banyak pengusaha pemula merasa bingung akan seluk beluk usaha perternakan ayam arab tersebut.


Kelebihan Beternak Ayam Arab

Menentukan suatu bisnis pastinya tidak asal dan sembarangan. Demikian halnya saat memutuskan untuk berbisnis ternak ayam arab. Tentu ada beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut. Untuk lebih jelasnya apa saja keuntungan usaha peternakan ayam arab ini, simak beberapa poin di bawah ini:

Jumlah Pakan Lebih Sedikit

Jumlah pakan yang diperlukan oleh satu ekor ayam arab jauh lebih sedikit dari yang dibutuhkan oleh ayam petelur jenis lainnya. Umumnya ayam arab hanya butuh pakan sekitar maksimal 80 gram sehari. Berbeda dengan ayam jenis lain yang membutuhkan pakan sampai dengan sebesar 110 gram sehari. Dengan perbedaan tersebut, maka biaya pemeliharaan dan perawatan ayam arab jauh lebih murah dibandingkan dengan ayam petelur.


Produktivitas Telur Cukup Tinggi

Produktivitas ayam arab petelur lumayan cukup baik dibandingkan dengan ayam petelur lain. Ayam arab dapat menghasilkan hingga 70% hingga 80% jumlah telur dalam seharinya. Sehingga dalam satu tahun umumnya satu ekor ayam dapat menghasilkan telur hingga 190 – 250 butir telur.


Kualitas Telur Cukup Baik

Kualitas telur ayam arab cukup baik dibandingkan dengan telur ayam petelur. Telur ayam arab bentuknya kecil bewarna putih, jadi hampir mirip seperti telur ayam kampung. Hal inilah yang membuat telur ayam arab ini harganya agak mahal jika dibanding dengan ayam petelur. Selain itu untuk saat ini ayam arab merupakan ayam paling produktif dalam bertelur, sehingga potensi penjualan telur ayam arab tetap tinggi dan diminati oleh banyak orang. Dengan kualitas kuning telur yang mencapai 52% dari keseluruhan, maka telur ayam arab ini memiliki kualitas yang lebih baik dan setara hingga telur ayam kampung. Akibatnya harga jual telur ayam arab dapat hampir menyerupai harga telur ayam kampung.


Kandungan Protein Telur Cukup Tinggi

Kandungan protein dalam telur ayam arab cukup tinggi, sementara kandungan lemaknya lebih rendah. Hal ini menyebabkan telur ayam arab juga banyak diminati oleh orang untuk menjaga kualitas kesehatan. Terutama untuk asupan anak bayi dan balita yang membutuhkan asupan gizi maksimal untuk pertumbuhan. Hal ini menyebabkan permintaan suplai telur ayam arab juga terus meningkat. Sehingga sampai saat ini usaha peternakan ayam arab masih mendominasi dan memberikan keuntungan yang cukup maksimal.


Biaya Pemeliharaan Ayam Arab Lebih Murah

Biaya pemeliharaan ayam arab juga lebih minim, karena ayam arab lebih mudah menerima jenis pakan apapun dibandingkan ayam kampung yang harus diberi pakan tertentu. Hal ini membuat jumlah biaya harian yang dikeluarkan untuk memelihara ayama arab relatif lebih rendah dibanding untuk usaha ternak jenis ayam lainnya atau untuk jenis ayam kampung.


Peluang Usaha Ayam Arab

Beternak ayam arab tentunya memberikan keuntungan yang menjanjikan. Hanya saja banyak yang belum paham benar berapa besar serta berapa lama dapat meraih keuntungan yang dimaksud. Tentunya hal ini juga bergantung besar modal yang diberikan sebelum memulai usaha. Karena itu sebaiknya tentukan dengan cermat jumlah modal yang akan diinvestasikan pada usaha peternakan ayam arab ini supaya dapat menghasilkan keuntungan dalam waktu yang cukup singkat.

Adapun berikut ini beberapa estimasi jumlah modal yang diperlukan serta berapa lama dapat waktu untuk mulai memperoleh keuntungan. Estimasi ini hanya bersifat perkiraan, jika membutuhkan perhitungan yang lebih rinci sebaiknya hubungi CV Nitnot segera di 0821 3678 3880 untuk mendapatkan penawaran yang lebih optimal dan sesuai. Jika ingin tahu secara garis besarnya, maka berikut perhitungan umum dalam menentukan peluang usaha peternakan ayam arab.

1. Modal Awal

Dimulai dari menentukan besar kendang yang akan dibuat. Secara umum kendang yang baik dapat digunakan hingga 7 periode, sementara 1 periode berkisar kurang lebih 2 tahun. Sehingga untuk perhitungan ini maka diasumsikan akan melakukan bisnis sebanyak 7 periode atau sebanayk 14 tahun.


Sementara modal awal yang perlu dikeluarkan untuk membangun kendang yaitu sebesar kurang lebih 35 juta rupiah untuk satu kendang yang mampu memuat hingga 1000 ekor ayam arab dewasa dan siap bertelur.

Untuk perhitungan awal modal doc ayam arab, bisa dimulai dengan memelihara doc ayam arab usia siap produksi atau kurang lebih 3 bulan. Umumnya harga satu ekor ayam arab usia produksi ini berkisar di harga kurang lebih 50 ribu, sehingga jika berencana beternak 1000 ekor akan dibutuhkan modal 50 juta rupiah.

Dari nilai tersebut, baik antara kendang dan jumlah doc ayam arab, maka dapat dihitung total keseluruhan nilai investasi yang diperlukan. Berdasarkan angka di atas maka diperoleh total harga investasi kurang lebih 85 juta rupiah di awal.


2. Biaya Produksi

Selanjutnya yang perlu dihitung juga adalah biaya produksi yang butuh untuk dikeluarkan setiap bulannya. Umumnya yang berpengaruh adalah biaya pakan, obat-obatan serta tenaga kerja untuk memelihara ayam ternak tersebut.

Dimulai dari pakan yang dibutuhkan, satu ekor ayam arab umumnya membutuhkan maksimal 80 gram pakan sehari. Harga pakan satu gram di kisaran 7 ribu rupiah. Sehingga untuk memberi makan 1000 ekor ayam dalam satu hari akan membutuhkan biaya sekitar 560 ribu rupiah.

Kemudian untuk biaya vaksin atau obat-obatan dalam satu hari yaitu sekitar 50 ribu rupiah. Sementara untuk biaya tenaga kerja harian memelihara ayam ternak tersebut di kisaran harga 50 ribu rupiah. Sehingga apabila komponen produksi ini ditotal maka akan diperoleh biaya produksi harian total 560 ribu rupiah ditambah 50 ribu rupiah ditambah 50 ribu rupiah menjadi sebanyak 660 ribu rupiah dalam satu hari.


3. ROI dan Keuntungan

Setelah mengetahui jumlah modal yang dikeluarkan beserta biaya produksi harian, maka selanjutnya menentukan kapan waktu untuk memperoleh modal kembali. Atau dalam bahasa bisnis dinamakan dengan istilah Return of Investment (ROI). Perhitungan ini juga tidak susah untuk dilakukan. Dimulai dari menghitung pendapatan harian dari telur ayam arab. Sebagai info bahwa ayam arab petelur produktivitasnya lumayan tinggi, walau tidak setinggi ayam petelur kampung biasa. Tetapi jika dalam kondisi prima maka jumlah telur yang dihasilkan dapat mencapai 80%.

Dari informasi tersebut katakana bahwa peternakan ayam arab yang dikelola mampu menghasilkan telur 70% atau sebanyak 700 butir sehari. Dengan harga rata-rata satu butir telur ayam arab senilai 1500 rupiah, maka total pemasukan yang didapat dalam satu hari berkisar senilai 1.05 juta rupiah. Dengan biaya perawatan harian sebesar 660 ribu rupiah, maka dalam satu hari peternak ayam arab dapat meraih untung kurang lebih sebesar 390 ribu rupiah.

Dari nilai keuntungan harian di atas, apabila dikonversikan satu bulan 30 hari, maka dalam satu bulan didapatkan nilai keuntungan sebesar 11.7 juta. Apabila dilihat dari nilai investasi di awal sebesar 85 juta rupiah, maka untuk dapat mengembalikan modal usaha, diperlukan waktu sebanyak kurang lebih 7.5 bulan. Sehingga bila telah melalui 7.5 bulan, maka hasil keuntungan yang didapatkan adalah murni keuntungan usaha saja.

Sementara ayam arab sendiri masih mampu bertelur hingga maksimal 2 tahun atau 24 bulan. Jika ayam bertahan untuk bertelur hingga rata-rata 20 bulan, maka masih ada sisa keuntungan yang dapat diraih hingga 12.5 bulan atau satu tahun. Sehingga totalnya dalam satu tahun berikutnya setelah pengembalian modal akan diperoleh nilai sebesar kurang lebih 140 juta rupiah. Belum lagi setelah masa afkir, ayam masih dapat dijual sebagai ayam potong dengan kisaran harga 30 sampai 40 ribu rupiah per ekor.

Jika ingin mendapat keuntungan yang maksimal dalam usaha peternakan ayam arab, tentunya harus memperhatikan bagaimana cara budidaya ayam yang baik dan benar. Karena jika tidak demikian, walau sudah mendapat suplai doc ayam arab dan perhitungan yang optimal, maka bisa jadi tidak berjalan sebagaimana mestinya dan mengalami kerugian. Karena itu proses pemeliharaan juga memegang faktor yang penting dalam menentukan keuntungan yang diperoleh. Oleh sebab itu, jika masih pemula dan belum tahu benar, sebaiknya simak berikut ini beberapa tips untuk budidaya ayam arab yang baik supaya dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.

# Tips Pertama

Jika ingin memulai usaha ternak ayam, maka hal pertama yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan modal usaha yang tepat terlebih dahulu. Lakukan perhitungan dasar akan estimasi awal jumlah dana yang diperlukan. Apabila tidak memiliki gambaran maka penjelasan sebelumnya dapat menjadi patokan untuk memulai usaha. Tetapi lebih baik jika mendiskusikan lebih detail mengenai hal ini dengan supplier berpengalaman seperti CV kami yang mampu memberikan gambaran tepat sesuai dengan perkiraan sebenarnya.

# Tips Kedua

Tentukan lokasi untuk membangun kendang ayam yang tepat. Pastikan bahwa lokasi yang dipilih cukup baik dan memenuhi kriteria yang diperlukan. Seperti misalnya tidak mengganggu warga sekitar dan memiliki pencahayaan maupun sirkulasi memadai. Dengan pemilihan lokasi yang baik, maka pertumbuhan ayam nantinya juga akan menjadi lebih maksimal.

# Tips Ketiga

Pilih doc ayam arab berkualitas, jangan sampai salah memilih yang mudah sakit dan lemah. Karena itu percayakan saja pada CV Nitnot yang sanggup memberikan suplai doc ayam arab berkualitas dengan kesehatan yang maksimal dan cukup prima. Apabila doc cukup sehat tentunya pada masa pertumbuhan akan lebih maksimal dan lebih banyak menghasilkan telur.

# Tips Keempat

Pastikan pemberian pakan yang berkualitas untuk dapat menghasilkan telur yang baik. Cara melihat apakah pakan ayam cukup baik bisa dengan melihat telur yang dihasilkan. Jika telur ayam cangkangnya keras maka pakan yang diterima sudah cukup baik. Jika cangkangnya lembek maka bisa jadi pakan yang diberikan masih kurang baik. Oleh sebab itu sangat penting untuk menentukan jenis pakan yang berkualitas untuk mendapatkan hasil telur yang berkualitas pula.

# Tips Kelima

Selalu jadwalkan pemberian vaksin dengan teratur untuk menghindari serangan penyakit ayam. Terutama yang banyak terjadi yaitu serangan penyakit tetelo. Jika tidak segera diatasi maka hal tersebut dapat membuat ayam terserang penyakit dan akhirnya meninggal. Lain halnya jika rajin diberikan obat serta vaksin, maka ayam akan lebih sehat dan prima.

# Tips Keenam

Usahakan agar ayam tidak stres supaya dapat menghasilkan produksi telur yang maksimal. Karena jika ayam merasa sering gelisah dan cemas maka umumnya produksi telurnya bisa menurun. Contohnya bila di sekitar kendang ada hewan pemangsa, secara tidak langsung hal ini dapat menimbulkan rasa stres pada ayam dan membuat produksi telur menurun drastis.

# Tips Ketujuh

Jangan lupa pula untuk selalu rajin membersihkan kendang supaya tidak mudah kotor, lembap dan berbau. Untuk menghindari penularan penyakit selalu sediakan disinfektan di area kendang ayam. Pastikan juga jenis kendang yang digunakan tepat sesuai kebutuhan. Misalnya kendang untuk ayam usia 2 bulan dan usia 5 bulan sudah berbeda.

# Tips Kedelapan

Kemudian yang tidak kalah penting yaitu memastikan waktu kawin yang tepat supaya menghasilkan lebih banyak telur. Umumnya dalam 15 menit ayam arab dapat kawin hingga 3 kali. Oleh karena itu memaksimalkan waktu kawin akan menentukan jumlah telur yang dapat dihasilkan.



5. Ternak Love Bird

Keuntungan yang besar juga bisa Anda peroleh dari ternak love bird. Pasalnya semakin kesini love bird semakin digandrungi oleh masyarakat Indonesia, bahkan diikutkan kontes dalam kelas kicau dan beauty.

Modal minimal yang harus Anda siapkan untuk memulai ternak love bird sekitar Rp1 juta – Rp1,5 juta. Dengan modal tersebut Anda sudah bisa membeli indukan love bird, kandang, dan pakan. Selain itu, pengetahuan tentang dasar-dasar ternak love bird juga harus Anda kuasai.


6. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh termasuk ke dalam jenis unggas yang ukurannya hampir mirip seperti anak ayam. Walaupun ukurannya kecil, tetapi banyak orang yang menggemari daging burung puyuh karena rasanya gurih dan memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Begitupun dengan telurnya yang sangat diminati oleh banyak orang, sehingga permintaan pasar akan telur puyuh juga semakin meningkat tiap harinya. Melihat kondisi tersebut, tentu saja burung puyuh merupakan peluang usaha ternak yang cukup menjanjikan.

Burung puyuh mampu bertelur pada umur 35 hari dan setiap ekor bisa menghasilkan telur sekitar 300 butir per tahunnya. Yang perlu diperhatikan dalam ternak burung puyuh adalah penempatan kandangnya karena unggas ini gampang stress jadi harus dijauhkan dari pemukiman penduduk.


7. Ternak Bebek

Memiliki rasa yang gurih dan lebih nikmat dari daging ayam membuat daging bebek lebih banyak diincar oleh pencinta kuliner walaupun harganya sedikit lebih mahal. Begitu pula dengan telurnya yang lebih mahal dari telur ayam biasa.

Jadi keuntungan yang akan diperoleh dari ternak bebek bukan hanya berasal dari dagingnya saja tetapi juga dari telurnya. Maka memelihara bebek bisa menjadi peluang usaha ternak yang bagus, sebab banyak warung makan bahkan restoran yang membutuhkan pasokan daging bebek.

Modal untuk ternak bebek terbilang cukup murah dan perawatannya juga mudah. Perkiraan modal yang dibutuhkan untuk usaha ini kira-kira Rp1,5 juta paling sedikit.

Selain itu, Anda perlu mempersiapkan kandang yang sesuai untuk bebek yaitu sedikit terbuka, bersuhu 34-40 derajat celsius, kelembaban 60% dan harus bersih. Jika kandang sudah siap, Anda bisa membeli bebek yang berumur 1-2 minggu dan memeliharanya hingga menghasilkan telur.

8 Ternak Jangkrik

Jangkrik juga menjadi salah satu peluang usaha ternak yang cukup populer dan banyak dilakukan di desa. Ternak jangkrik menjadi prospek usaha yang menguntungkan karena pencinta burung di Indonesia semakin meningkat sehingga permintaan pasar akan jangkrik juga ikut meningkat.

Kicauan dari burung sangat bergantung pada makanannya dan jangkrik dapat meningkatkan kualitas kicauan tersebut. Maka ternak jangkrik dapat menjadi peluang usaha menjanjikan untuk Anda yang ingin memiliki usaha ternak.

Apalagi cara pemeliharaan jangkrik sangatlah mudah, hanya membutuhkan kayu berbentuk kotak untuk kandangnya. Dan untuk pakannya bisa menggunakan jagung, kedelai, atau dedaunan.


9. Ternak Belalang

Akhir-akhir ini ternak belalang menjadi tren usaha yang cukup populer, baik sebagai pakan ternak maupun untuk konsumsi manusia. Apalagi konsumsi serangga untuk memenuhi kebutuhan protein sedang hits di Eropa.

Dengan demikian, belalang bisa menjadi peluang usaha ternak yang patut Anda coba. Walaupun sebenarnya belalang banyak tersedia di sawah atau kebun. Tetapi jika terus-menerus ditangkap, populasi belalang akan semakin lama akan semakin menurun.

Jadi ternak belalang juga merupakan salah satu langkah untuk menjaga ekosistem di sawah atau kebun. Belalang dapat dipanen setelah 75 hari pemeliharaan dan dijual dengan harga mencapai Rp100.000 per kilogram untuk mentahnya.

Jika dijual sudah dalam keadaan matang (biasanya digoreng) harganya bisa lebih mahal. Apalagi saat menjelang hari raya, belalang akan diburu wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh.


10 Ternak Lebah Madu

Memiliki banyak manfaat untuk kesehatan membuat madu banyak dicari oleh masyarakat. Sebenarnya bisnis madu sudah berkembang sejak lama dan cukup menjanjikan, tetapi tren peternakan lebah baru berlangsung beberapa tahun belakangan ini.

Untuk memulai ternak madu, Anda harus mencari ratu lebah terlebih dahulu kemudian meletakkannya pada sarang buatan. Nantinya banyak lebah pekerja yang akan mengikutinya. Dan masa panennya sendiri bisa dilakukan setelah 40 hari ratu lebah diletakkan pada sarang.

Harga dari madu asli bisa mencapai angka Rp180.000 per kilonya. Sehingga ternak lebah madu dapat dikategorikan sebagai peluang usaha ternak yang menguntungkan.

11. Ternak Cacing

Pernahkah Anda berpikir bahwa memelihara cacing ternyata dapat menjadi peluang usaha ternak yang menguntungkan? Manfaat cacing yang beragam membuatnya banyak diminati oleh konsumen di pasar.

Ternak cacing tergolong sebagai bisnis yang unik, sebab tidak semua orang menyukainya walaupun prospek usahanya cukup menguntungkan. Terlebih modal yang dibutuhkan tidak banyak dan proses perawatannya juga tidak membutuhkan waktu yang lama.


12. Ternak Kroto (Telur Semut Rangrang Atau Kerengga)


Selain jangkrik, kroto atau telur semut rangrang juga merupakan peluang usaha ternak yang menguntungkan karena menjadi incaran para pencinta burung kicau, pemancing, dan pembuat jamu-jamuan.

Kroto juga bisa dibudidayakan bebarengan dengan jangkrik, tetapi harus dalam tempat yang terpisah. Jika tidak, jangkrik akan menjadi makanan empuk bagi semut rangrang.

Proses ternak kroto tidaklah sulit, Anda hanya perlu menyediakan toples sebagai sarang buatan serta menyiapkan pakan berupa belalang, ulat dan cairan gula. Pakan tersebut diletakkan saja di dekat sarang kroto, biarkan semut yang akan mengambil makanannya sendiri.


13. Ternak Ikan Lele

Peluang usaha ternak selanjutnya berkaitan dengan dunia ikan yaitu ternak ikan lele. Usaha ini pernah sangat populer belum lama ini karena pemeliharaannya yang sangat mudah bahkan untuk pemula sekalipun.

Di samping itu, lele juga banyak diminati oleh masyarakat sebagai konsumsi sehari-hari karena rasanya yang enak dan kandungan gizinya baik untuk tubuh. Permintaan lele yang tinggi juga disebabkan karena banyak warung makan hingga restoran yang menyediakan menu ikan ini.

Biasanya lele dibudidayakan pada kolam di tanah, namun belakangan ini ada tren baru dalam ternak lele yaitu menggunakan sistem bioflok. Kolam dengan tersebut sangat cocok bagi Anda yang tidak memiliki cukup lahan karena kolamnya terbuat dari terpal.

Umumnya waktu yang diperlukan untuk mencapai masa panen lele adalah 3 bulan dan setelah itu Anda bisa menjualnya. Harga ikan lele cenderung stabil di pasaran yaitu berkisar Rp25.000 – Rp30.000 per kilogramnya.


14. Ternak Ikan Nila

Selain lele, ikan nila juga memiliki prospek usaha yang sangat menguntungkan dan mampu bertahan dalam jangka waktu cukup lama. Permintaan pasar terhadap ikan nila sangatlah tinggi, jadi Anda bisa mencoba peluang usaha ternak ikan yang satu ini.

Lahan yang dibutuhkan untuk ternak ikan nila tidak terlalu luas, Anda bisa membuat kolam secara langsung di tanah maupun kolam buatan dari terpal atau semen. Meskipun cara pemeliharaannya cukup mudah, Anda tetap harus memperhatikan hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan.

Kemudian agar hasil panennya memuaskan, pastikan bibit ikan nila yang dibeli memiliki kualitas baik. Dan jangan lupa untuk memberi pakan secara rutin dan terjadwal, ikan nila dapat diberi pakan pur, plankton, atau sayur kangkung.


15. Ternak Ikan Hias

Di masa pandemi ini, banyak orang yang tiba-tiba memiliki hobi memelihara ikan hias terutama ikan cupang. Hal tersebut dapat Anda jadikan sebagai peluang usaha ternak yang menguntungkan. Apalagi jika Anda juga memiliki ketertarikan di dunia ikan hias.

Sebelum memulai ternak ikan hias, sebaiknya Anda memperdalam ilmunya terlebih dahulu melalui buku atau orang yang sudah berpengalaman. Sebab banyak hal yang perlu diperhatikan dalam bisnis ini.

Untuk permulaan Anda tidak perlu menggunakan lahan yang terlalu luas, gunakan saja akuarium atau buat kolam kecil di sekitar rumah. Kemudian kembangkan bisnis ternak ikan hias saat produk Anda sudah menembus pasar dan memiliki banyak pelanggan.


16. Ternak Sapi Potong

Impor daging sapi yang terus diupayakan pemerintah menandakan bahwa peluang usaha ternak hewan ini masih terbuka lebar. Pada hari biasa saja permintaan pasar terhadap daging sapi sudah cukup tinggi, apalagi saat hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Jika tertarik untuk ternak sapi potong, mungkin Anda bisa membeli anakan sapi terlebih dahulu dengan harga sekitar Rp5 juta per ekor. Kemudian melakukan perawatan hingga sapi cukup usia untuk dikawinkan, dengan begitu keuntungan yang akan diperoleh tentu jauh lebih banyak.

Upaya penggemukan juga perlu dilakukan pada sapi agar harga jualnya bernilai tinggi. Harga sapi dengan usia siap potong bisa terjual dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah, bahkan ada yang mencapai ratusan juta jika ukurannya sangat besar.


17. Ternak Sapi Perah

Selain sapi potong, sapi perah juga menjadi peluang usaha ternak yang sangat menjanjikan. Pasalnya banyak masyarakat yang menyukai susu sapi, entah untuk diminum atau untuk campuran olahan makanan.

Dalam sehari, seekor sapi mampu memproduksi 12 – 15 liter susu dengan harga per liternya kurang lebih Rp5000 namun bisa lebih mahal lagi jika dijual langsung ke konsumen. Perawatan sapi perah pada umumnya hampir sama dengan sapi potong.

Hanya saja kelemahannya terletak pada penanganan pasca panen. Namun jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh kendala yang mungkin dihadapi tidak terlalu banyak. Apalagi saat ini sudah banyak tersedia teknologi mesin yang mendukung kegiatan peternakan.


18. Ternak Kambing

Meskipun membutuhkan waktu yang relatif lama dan modalnya cukup besar, kambing merupakan peluang usaha ternak yang bagus. Apalagi jika Anda mempunyai rencana dan penjadwalan yang baik pasti keuntungan yang akan diperoleh kemudian hari bisa sangat menguntungkan.

Sebenarnya keuntungan ternak kambing tidak hanya diperoleh dari penjualan dagingnya saja, tetapi juga kotorannya yang bisa dipakai untuk pupuk alami. Anda bisa menjual kotoran kambing ke pengusaha pupuk kompos atau pupuk kandang setiap bulan atau dalam jangka waktu tertentu.

Keuntungan tambahan juga bisa Anda peroleh dari penjualan susu kambing. Sebab peminat susu kambing semakin meningkat kian harinya.


19. Ternak Kelinci

Peluang usaha ternak kelinci juga terbilang menjanjikan dan menguntungkan. Kelinci tidak hanya ditujukan untuk konsumsi saja tetapi juga dijadikan hewan peliharaan oleh orang-orang yang menyukai binatang, baik anak-anak hingga dewasa.

Jenis kelinci yang banyak dibudidayakan adalah kelinci lokal, sebab usianya terbilang cukup lama yaitu 5-10 tahun. Untuk sepasang kelinci lokal harga yang biasa dipatok adalah Rp120.000 – Rp150.000, sedangkan untuk kelinci kecil usia 2-3 bulan harganya sekitar Rp25.000 – Rp35.000.

Terdapat banyak peluang usaha ternak yang bisa Anda pilih untuk mengisi waktu luang di rumah. Jadi tunggu apalagi, segeralah mulai usaha Anda dan dapatkan penghasilan tambahan dari sektor peternakan.*** dari berbagai sumber

Previous Post Next Post